Sabtu, 28 Februari 2015

Patut dicontoh, Karyawan Di PO Bus Ini Tidak Digaji Jika Tidak Sholat 5 Waktu



Hal-hal seperti inilah yang patut dicontoh oleh para pemilik perusahaan, mumpung masih diberikan bisa menentukan kebijakan, maka buatlah kebijakan itu bisa memberikan manfaat yang besar bagi orang lain, dan menjadi ladang amal bagi yang membuatnya. Seperti yang satu ini:

Saat melakukan perjalanan jauh mayoritas orang memang lebih memilih menggunakan fasilitas transportasi umum. Ini dinilai lebih hemat dan juga tidak membuat tubuh terasa lelah. Salah satu transportasi yang ramai dicari terutama bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah adalah bus. Bus dianggap murah dan juga cukup nyaman.

Bus-bus malam seringkali jarang memberikan kesempatan bagi para muslim untuk melaksanakan sholat subuh. Padahal sholat merupakan ibadah yang wajib bagi para muslim. Bus-bus malam ini biasanya hanya berhenti di tempat peristirahatan saat tengah malam untuk makan dan beristirahat sejenak. Namun berbeda dengan P.O alias perusahaan otobus yang satu ini.

Perusahaan yang bernama P.O Haryanto ini memberikan peraturan yang sangat ketat bagi para karyawannya untuk selalu memberikan kesempatan bagi para penumpangnya untuk melaksanakan sholat 5 waktu terutama sholat subuh. Jika melanggar 1 crew tidak akan mendapatkan gaji untuk 1 kali perjalanan PP.

Salah seorang user twitter yakni @yuniarto8686 pun mengunggah foto sebuah banner besar yang bertuliskan peraturan dari PO tersebut. Ia lalu memention ustadz Yusuf Mansyur dan meminta pendapat beliau. Ustadz pun merespon dengan menambahkan pendapat beliau bahwa mengutamakan sholat berarti mengutamakan Allah. Berbagai komentar positif pun hadir dan mendukung gerakan tersebut. Wah, salut ya Bagaimana pendapat Anda tentang gerakan ini?

 beliajalagi.com


Sumber: suaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar